Kehidupan Sederhana Maria Bernadeth Latifah Oetama, Istri Pendiri Kompas Gramedia
Maria Bernadeth Latifah Oetama, istri dari mendiang Jakob Oetama, pendiri Kompas Gramedia, meninggal dunia pada Selasa (26/5/2026). Ia dikenal sebagai sosok yang sederhana dan selalu hadir dalam perjalanan hidup suaminya. Kepergian ibu lima anak ini terjadi hampir enam tahun setelah kematian Jakob Oetama pada 9 September 2020.
Semasa hidupnya, Maria Bernadeth Latifah Oetama menjadi figur penting dalam kehidupan keluarga. Anak-anaknya mengenang kebiasaan sang ibu yang selalu bangun pagi untuk menyiapkan kebutuhan keluarga sebelum anak-anak berangkat sekolah. Hal ini membentuk pola hidup sederhana dan mandiri di kalangan keluarga besar mereka.
Pengenangan dari Putra Sulung
Putra sulung Jakob Oetama, Irwan Oetama, mengenang ibunya sebagai sosok pendidik di rumah. Dari kecil, lima bersaudara tidak dibantu seperti teman-teman lain yang memiliki asisten rumah tangga. Mereka harus bekerja sama dalam mengurus rumah, pakaian, dan pekerjaan rumah tanpa bantuan orang lain.
“Kami berlima bekerja bergotong royong urus rumah, pakaian, setrika sampai saya lulus SMA kelas 3,” ujar Irwan saat memberikan sambutan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 40, Jakarta Selatan.
Ia juga mengingat kebiasaan masa kecilnya yang berjalan kaki ke sekolah dan menggunakan transportasi umum. Menurut Irwan, pola hidup sederhana dan aktif yang diterapkan kedua orangtuanya menjadi salah satu alasan mereka dapat hidup panjang umur.
“Sekarang ini kami mengalami kenapa kok orangtua kami umur panjang. Karena segala sesuatunya dijalankan sendiri. Sementara teman kita lain naik motor, diantar naik mobil. Dari kita berjalan itu, itulah kita dikasih kesehatan, jadi sangat sederhana,” kata dia.
Perayaan Kembali Bersama
Irwan turut mengenang keseharian sang ibu yang selalu bangun pagi untuk menyiapkan kebutuhan keluarga sebelum anak-anaknya berangkat sekolah. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena dapat hidup bersama kedua orangtuanya hingga usia yang tidak lagi muda.
“Ibu kami ini mempunyai 5 anak, 7 cucu, dan 5 buyut. Kenapa kami mengucap syukur kepada orangtua kami. Adik kami paling kecil (Lilik Oetama) sekarang sudah umur 61, saya paling besar umur 68. Baru kemarin ini saya dibilang saya anak yatim piatu. Jadi coba bayangkan betapa lamanya kita bersama ayah dan ibu,” ucap Irwan.
Ia kemudian mengenang kepergian Jakob Oetama pada 2020 dan meyakini kedua orangtuanya kini telah kembali bersama.
“Jadi 2020 bapak meninggalkan ibu, dan enam tahun berpisah kembali lagi bersama. Dan kami yakin orangtua kami ini sudah bertemu dalam alam yang lain yang kekal bahagia, tidak ada drama lagi,” kata Irwan.
Rencana Upacara Pemakaman
Rencananya, misa requiem atau misa arwah akan dilaksanakan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 40, Jakarta Selatan, pada Kamis (28/5/2026) pukul 18.30 WIB. Selepas misa akan digelar prosesi tutup peti. Kemudian pada Jumat (29/5/2026) pukul 09.00 WIB akan dilakukan misa pelepasan, dilanjutkan dengan pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Banyak papan bunga datang dari berbagai instansi dan pemerintahan, didominasi bunga berwarna kuning dan putih. Hari sebelumnya pun, Nasraruddin sempat mendatangi rumah duka, Rabu (27/5/2026).
Sebelumnya, kabar wafatnya Latifah Oetama juga disampaikan oleh Laurentius Adhyaksa Ekatama atau Adi Ekatama, yang diketahui merupakan GM Gramedia sekaligus cucu almarhumah. Melalui akun Instagram pribadinya, Adi menuliskan pesan singkat penuh haru untuk sang nenek.
“Reunited at last.. Love you always, Nenek,” tulis Adi Ekatama.